Sabtu, 19 April 2014

CL- 415 : Pesawat Spesialis Pemadam Kebakaran

http://tiket-network.com/?ref=ipango7
Kanada sebagai salah satu produsen pesawat kelas dunia memang sudah tak perlu diragukan lagi. Melalui industri pesawat terbang Bombardier Aerospace misalnya, negara ini telah lama menyodorkan berbagai macam tipe pesawat terbang, seperti pesawat regional seri Dash-8 dan CRJ, kemudian juga membuat pesawat bisnis jenis Global Express, Challenger dan Learjet. Selain itu melalui industri pesawat terbang Canadair, Kanada juga berhasil mengembangkan pesawat amfibi CL-215, CL-215T dan CL-415.

Lalu bagaimana proses kelahiran pesawat CL-415? Bila ditengok sejarahnya, pabrikan pesawat Canadair mulanya mengembangakan pesawat dengan nama CL-215 pada tahun 1960-an. CL-215 termasuk kategori pesawat amfibi yaitu pesawat yang mampu take-off dan landing di darat dan air. Awalnya pesawat ini dirancang sebagai pesawat amfibi bermesin piston yang ditujukan sebagai pesawat pemadam kebakaran (water bomber aircraf), terutama untuk mengatasi kebakaran hutan.

Pemilihan pengembangan pesawat jenis pemadam kebakaran bukannya tanpa alasan. Melihat kondisi geografis Kanada sebagai negara yang memiliki kawasan hutan, jelas peran pesawat tipe ini menjadi sangat vital untuk menjaga kelestarian hutannya dari lalapan si Jago Merah. Singkat kata, bila dikemudian hari terjadi peristiwa kabakaran hutan, pesawat ini bisa langsung diturunkan untuk memadamkan kobaran api.

http://tiket-network.com/?ref=ipango7
Gambar CL-415 dalam berbagai sisi (foto: the-blueprints.com)

Memasuki tahun 1987, Canadair mulai meluncurkan program pengembangan lebih lanjut pada pesawat CL-215. Pengembangan dengan jalan modifikasi pun dilakukan. Hasilnya, lahirlah pesawat dengan kode CL-215T. Salah satu modifikasi penting yang dilakukan bisa ditengok pada jenis mesin yang pengganti. Bila semula memakai mesin piston Pratt & Whitney R-2800, kini pesawat generasi baru ini mencomot mesin turboprop Pratt & Whitney PW123AF. Penggantian mesin berefek pada kemampuan pesawat yang menjadi lebih powerfull terutama dalam hal kecepatan.

Meski begitu, pihak pabrikan rupanya merasa tak puas dengan hasil modifikasi ini sehingga kemudian menyempurnakan CL-215T menjadi pesawat yang lebih canggih dengan kode CL-415. Perubahan kode ini juga di ikuti dengan perubahan tampilan fisik dan kemampuan.

Secara tampilan fisik, perubahan bisa dipergoki pada penambahan winglet di kedua ujung sayap. Dengan bentuknya yang khas berupa ujung sayap yang ditekuk keatas, penggunaan winglet mampu mereduksi pemakaian bahan bakar pesawat sehingga konsumsi bahan bakar menjadi lebih hemat. Selanjutnya perubahan juga bisa ditemui pada bagian ekor yang mendapat tambahan finlet. Sementara untuk desain sayap utama tak mengalami perubahan berarti karena masih tetap mempertahankan sayap utama model high-wing seperti halnya sayap CL-215.
http://tiket-network.com/?ref=ipango7
Visual glass cockpit pada CL-415. Benar-benar canggih! (foto: oognoka.ca)

CL-415 memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan CL-215. Diantaranya mempunyai kapasitas tangki air yang lebih banyak. Pesawat ini juga lebih canggih karena telah mengaplikasikan EFIS (Electronic Flight Instrument System) berlabel EDZ-605 buatan Honeywell pada sistem avioniknya. Kecanggihan juga bisa dilihat pada ruang kokpit pesawat. Dimana panel kokpit didominasi suguhan tujuh layar canggih, termasuk tiga tampilan LCD matrik aktif berukuran 5 x 6 inci yang berada di tengah panel instrumen.

Untuk terbang, CL-415 mengandalkan dua buah mesin turboprop Pratt & Whitney Canada PW123AF dengan daya dorong sebesar 2.380 SHP (1.775 KW). Masing-masing mesin ini menggunakan empat bilah baling-baling berdiameter 3,97 m buatan Hamilton Sundstrand tipe HS-14SF-19. Yang lumayan unik adalah dudukan mesin yang letaknya tidak menggantung pada pylon tetapi terletak dalam posisi menempel pada bagian atas sayap yang menganut konfigurasi high-wing. Pemilihan dudukan mesin dan konfigurasi sayap macam ini mempunyai tujuan khusus, yakni menghindari kerusakan mesin akibat tebaran benda asing (Foreign Object Damage/FOD) seperti sampah yang kadang terdapat pada landasan darat dan air.

Berbagai Varian
Pesawat CL-415 terbang perdana pada 6 Desember 1993, setelah program pengembangannya diluncurkan pada bulan Oktober 1991. Meskipun sejatinya dirancang sebagai pesawat pemadam kebakaran, CL-415 juga bisa dikonfigurasi untuk keperluan angkut penumpang, barang (cargo), patroli maritim, maupun untuk keperluan bantuan korban bencana (search and rescue/SAR).
http://tiket-network.com/?ref=ipango7



http://tiket-network.com/?ref=ipango7


http://tiket-network.com/?ref=ipango7



Secara teknis, pesawat yang memiliki panjang 19,8 m, rentang sayap 28,6 m, dan tinggi 8,98 m ini mampu terbang jelajah hingga kecepatan 333 km/jam dengan bobot maksimum lepas landas dari landasan air 17.170 kg. Saat terjun dalam operasi pemadaman kebakaran, CL-415 memiliki kemampuan menyiduk (scoop) air sebanyak 6.137 liter dalam waktu 12 detik kedalam tangki air yang ada diperutnya. Total ada dua buah tangki air yang terletak dibagian kabin pesawat dengan kapasitas 3.655 liter/tangki. Masing-masing tangki air ini dilengkapi dengan dua buah pintu air yang dioperasikan secara hidrolik. Selain itu, CL-415 juga dilengkapi dengan dua buah foam tank yang terletak di depan tangki air dengan ukuran yang lebih kecil.

Pesawat made-in Kanada ini termasuk pesawat berkemampuan STOL (Short Take-Off and Landing) alias mampu lepas landas dan mendarat di landasan pendek. Merujuk data yang dikeluarkan pihak pabrikan, ketika beroperasi di landasan darat, CL-415 hanya membutuhkan landasan sepanjang 783 m untuk lepas landas dan 674 m untuk mendarat. Beda lagi bila beroperasi di landasan air, pesawat ini hanya butuh landasan sepanjang 814 m untuk lepas landas dan 665 m untuk mendarat.

http://tiket-network.com/?ref=ipango7
Tangki air dalam kabin pesawat (foto: oognoka.ca)

Selain Kanada, tercatat beberapa negara telah menjadi pengguna CL-415, diantaranya Italia, Kroasia, Maroko, Prancis, Spanyol, dan Yunani. Selain negara-negara tersebut, pesawat ini juga dipasarkan secara khusus di Amerika Serikat dengan nama “Superscooper”. Menariknya beberapa unit CL-415 milik Provinsi Quebec (Kanada) pernah disewa oleh Los Angeles County Fire Department dan San Diego County untuk digunakan sebagai platform pemadam kebakaran.

Belakangan untuk merangkul lebih banyak pembeli, pihak pabrikan juga melansir varian lain berkode CL-415MP (Multi-Purpose) dan CL-415GR. Khusus untuk varian CL-415MP diperuntukan sebagai pesawat multifungsi untuk misi-misi khusus (special missions). Mulai dari keperluan angkut serbaguna (penumpang atau kargo), operasi SAR, operasi penegakan hukum (seperti penanggulangan perompakan, terorisme, dan pencurian ikan), hingga keperluan environmental control (seperti mengatasi pencemaran minyak dan kebakaran hutan).

Sebagai varian multifungsi, CL-415MP dilengkapi dengan beragam peralatan pendukung yang jenisnya bervariasi tergantung dari misi yang diemban. Masuk dalam daftar peralatan pendukung, yaitu perangkat lihat malam (Forward Looking Infra Red/FLIR), radar cuaca terintegrasi penuh (Fully Integrated Weather Radar), Autopilot and Military Mission Management System (MMMS), Side Looking Airborne Radar (SLAR), Direction Finder antenna, jet boat, hingga perangkat komunikasi macam intercom, VHF, HF, dan Dual Radio Management Units.

Untuk varian CL-415GR, tak lain merupakan varian yang dibeli Yunani pada tahun 1999 dengan sejumlah perbedaan dibandingkan CL-415 standar. Bedanya, varian ini dilengkapi perlengkapan derek (hoist) dan memiliki bobot operasi yang lebih tinggi. Selain itu juga bisa dikonfigurasi untuk misi Combat SAR (CSAR). Pada tahun 1986, Canadair mengalami kerugian dan kemudian diakuisisi oleh Bombardier. Meski Canadair telah menjadi bagian dari Bombardier, nama CL-415 masih digunakan untuk menyebut pesawat amfibi ini. Barulah pada tahun 2002, Bombardier mengganti sebutan nama CL-415 dengan Bombardier 415. Selain itu varian CL-415MP juga diganti namanya menjadi Bombardier 415MP. (Yudi Supriyono)

Spesifikasi CL-415
Awak kokpit: 2 (pilot dan kopilot)
Panjang: 19,82 m
Rentang Sayap: 28,61 m
Tinggi: 8,98 m
Kecepatan maksimum: 376 km/jam
Jarak jangkau: 2.427 km
Mesin: 2 X Pratt & Whitney PW123AF
MTOW: 19.890 kg (darat), 17.169 kg (air)

*) Tulisan ini sudah dimuat Tabloid Aviasi Edisi Bulan September 2012
 

=============

http://tiket-network.com/?ref=ipango6

Jumat, 18 April 2014

Bagaimana Gaji Kapten Pesawat Di Negara Lain?

Banyak orang yang ingin jadi pilot..!!
http://tiket-network.com/?ref=ipango7


"ADA APA DENGAN PEKERJAAN INI"

Bagaimana Gaji Kapten Pesawat Di Negara Lain?
http://tiket-network.com/?ref=ipango7


 Gaji pokok untuk kapten adalah bervariasi terggantung senioritas dan jenis pesawat. Di atas itu, beliau menerima allowances yang bervariasi, jadi gaji bulanan gross tidak konstan.


http://tiket-network.com/?ref=ipango7 
 Mari kita membandingkan gaji kapten gross kira-kira (termasuk allowances) dari beberapa airline global di bawah. Anda dapat mengunjungi Halaman Gaji di dafter airline-airline di situs ini untuk informasi lebih rinci mengenai jenis pesawat, senioritas dan allowances.

http://tiket-network.com/?ref=ipango7 
 British Airways (B747/B777) Europe (Rp.180.000.000, - Rp.196.000.000,)

Cathay Pacific Airways (B747/B777) Asia (Rp.180.000.000, - Rp.196.000.000,)

Emirates Airlines (A380/B747/B777) Middle East (Rp.147.000.000, - Rp.180.000.000,)

Malaysia Airlines (B747/B777) Asia (Rp.98.000.000, - Rp.114.000.000,)

Qantas (B747) Australia (Rp.180.000.000, - Rp.196.000.000,)

Singapore Airlines (A380/B747/B777) Asia (Rp.163.000.000, - Rp.180.000.000,)

Delta Airlines (B777) USA (Rp.163.000.000, - Rp.180.000.000,)

 
 Lumayan kan ………? Pantas saja PILOT Menjadi 10 pekerjaan favorite di dunia.

“Tetapi pertanggungjawaban seorang kapten adalah berat. Seperti teman saya katakan Capt,Harly (Qatar Airways). Beliau pernah menyandang sebagai Capt, di salah satu maskapai kebanggaan negara kita apa lagi kalau bukan (GARUDA INDONESIA)

 
 Dan kami menawarkan kepada rekan-rekan yang ingin bergabung bersama kami di dunia penerbangan untukmewujurkan cita-cita anda.

http://tiket-network.com/?ref=ipango7 
 :: Program PILOT ::
Program yang kami tawarkan :
• Private Pilot Licence (PPL)
• Commercial Pilot Licence (CPL)
• Instrument Rating (IR)
• Total : 200 Jam terbang (LULUS)
Note : Hanya 10 BULAN kamu sudah bisa menjadi seorang pilot.

http://tiket-network.com/?ref=ipango7 
 :: Program FLIGHT ATTENDANT ::
• Sertifikat International
• Tipe Rating Boeing 737-400
Note : Hanya 3 Bulan studi (Lulus)

 
 Pendaftaran bisa ditanyakan lebih lanjut di :
Twitter : @flight_ozone
Phone : 081385000310
Blackberry : 316810F9
 

=============

http://tiket-network.com/?ref=ipango6

Kamis, 17 April 2014

Cukup Jayus

http://tiket-network.com/?ref=ipango7
Ketika pesawat sedang bersiap untuk take-off, seorang anak 5 tahun marah-marah dengan liar. Tidak peduli apa karena frustrasi, sang ibu mencoba menenangkannya, namun anak itu terus berteriak keras dan menendang kursi di sekelilingnya.
 
Tiba-tiba, dari bagian belakang pesawat, seorang pria tua dengan seragam Jendral Angkatan Udara terlihat perlahan-lahan berjalan ke depan, menghentikan ibu yang bingung dengan tangan terangkat. Berambut putih, sopan, Jendral bersuara lembut itu membungkuk ke bawah, menunjuk ke arah dadanya, berbisik sesuatu ke telinga anak itu.

Seketika, anak itu tenang, dengan lembut memegang tangan ibunya, dan secara tenang mengikatkan sabuk pengamannya. Semua penumpang lain bertepuk tangan secara spontan.

Perlahan-lahan Jendral itu berjalan kembali ke tempat duduknya, dan salah satu petugas kabin menyentuh lengan bajunya. “Maaf, Jenderal,” tanya dia dengan tenang, “apakah saya bisa bertanya mantra ajaib apa yang digunakan pada anak kecil itu?”

Orang tua itu tersenyum tenang dan lembut mengaku, “Aku menunjukkan padanya wing pilot saya, bintang jasa, dan pita pertempuran, dan menjelaskan bahwa dengan tanda penghargaan itu saya berhak untuk memilih dan membuang salah satu penumpang keluar dari pesawat.”

=============

http://tiket-network.com/?ref=ipango6

Kamis, 14 Februari 2013

Jet Hawk 200, Si Lincah yang Banyak Lahirkan Fighter Unggul

Jet Hawk 200, Si Lincah yang Banyak Lahirkan Fighter Unggul
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebuah pesawat tempur jenis Hawk 200 milik TNI AU jatuh di pemukiman warga Jalan Amal, Komplek Perumahan Pandau Permai, Siak Hulu, Kabupaten Kampar, sekitar pukul 09.45 WIB.

Beruntung dalam kecelakaan tersebut tidak ada korban jiwa yang jatuh. Sang pilot Letda Reza Yori Prasetyo selamat setelah berhasil keluar melalui kursi lontar(eject chair).

Hawker-Siddeley Hawk adalah jet tempur ringan atau latih produksi BAE Hawk sejak 1974. BAE Hawk adalah sebuah perusahaan dari Britania Raya(Inggris).

Hawk merupakan pesawat latih interim untuk pesawat tempur generasi 4 ( F-16, F-15, dll) menggunakan radar modern APG-66 ( khusus varian Mk 200 ) dan rudal AIM-9 Sidewinder. 

Hawk Mk 109 / 209 merupakan kode untuk Hawker-Siddeley Hawk yang diekspor ke Indonesia yang mulai melengkapi TNI-AU sejak tahun 1997 (pada tahun 1980-an, TNI-AU juga pernah membeli sejumlah Hawk Mk 53).Hawk Mk 209 merupakan varian single seater dari keluarga Hawk.

Pesawat ini dikhususkan untuk mengemban misi air superiority dan ground attack. Malaysia juga memiliki sejumlah Hawk Mk 108 / 208 yang merupakan varian Hawk pertama yang bisa melakukan in-flight refuelling.

Bagi penggemar dunia dirgantara dan militer, nama jet tempur Hawk sudah tidak asing lagi. Bahkan bagi Indonesia, TNI-AU khususnya, pesawat Hawk series sudah mengabdi sejak tahun 1980-an. Sejak itu pula, banyak fighter unggulan dilahirkan dari jet latih tempur ini.

Sejak tahun 1980, Indonesia menggunakan Hawk seri 53 atau Hawk Mk.53 sebagai pesawat latih, pesawat ini dikenal andal dan mudah dikendalikan. Bahkan jet kecil ini bisa juga didaulat sebagai penempur, dengan berbagai macam senjata. Hingga kini, Hawk Mk.53 masih mengabdi di TNI-AU dan masuk dalam skadron 15 lanud Iswahyudi Madiun.

Di tahun 90-an, tepatnya tahun 1993, TNI-AU kembali melakukan kontrak pembelian sebanyak 24 Hawk. Jumlah ini kemudian bertambah 16 lagi, sehingga total TNI-AU memiliki Hawk baru sebanyak 40 buah. Kontrak ini konon menuai masalah.

Pasalnya, harga sebuah Hawk bisa semahal sebuah pesawat F-18 Hornet yang lebih canggih.

Hawk yang baru dibeli merupakan seri terbaru, yang sama sekali berbeda dengan Hawk Mk.53. Hawk yang dibeli kali ini dari seri tercanggih saat itu, yaitu seri 100 dan 200. khusus untuk Indonesia, pihak pabrik British Aerospace (BAe) menamakannya dengan seri Hawk 109/209.

Khusus seri hawk 200, karena sudah sangat mendekati fungsi tempur sesungguhnya, maka pihak pabrik pun melihat celah baru. Yaitu pembuatan pesawat tempur ringan. Dengan menghilangkan kursi tandem dan menambah radar jenis APG-66, yang juga digunakan pesawat F-16A/B, serta air refuelling probe, jadilah pesawat tempur baru yang dinamakan Hawk 200.

Sebagai  jet tempur, Hawk 200  mampu menggotong berbagai persenjataan canggih dan mematikan. Diantaranya Rudal Udara ke darat AGM-65 Maverick, Rudal anti kapal Sea Eagle, Torpedo, serta berbagai macam bom.

Sebagai pesawat tempur ada satu kekurangan Hawk 200. Yaitu, tidak mampu membawa kanon internal. Alhasil, kanon ini dipasang di luar tubuh pada cantelan bagian tengah. Selain itu, karena fisiknya yang kecil, radius tempur jet ini juga terbatas.

Padahal Indonesia adalah negeri yang luas. meski demikian, kelemahan ini bisa dieliminir dengan dukungan pesawat tanker KC-130B.

Rabu, 13 Februari 2013

Hawk-200: Elang Besi Andalan TNI AU


Menengok sejarahnya, pesawat Hawk masuk ke Indonesia pada tahun 1980, tatkala TNI-AU menggunakan Hawk Mk-53 sebagai pesawat latih bagi penerbangnya. Memasuki tahun 1993, Indonesia dan pemerintah Inggris menandatangani kontrak pembelian 24 Hawk 100/200. Tak berhenti disitu, Indonesia kemudian setuju untuk menambah 16 pesawat lagi, sehingga total ada 40 pesawat yang dibeli dengan nilai Rp 3 Triliun. Khusus pesawat Hawk-200 dioperasikan oleh Skadron Udara 12 Lanud Rusmin Nurjadin Pekanbaru sejak tahun 1996.

Sesuai aturan yang berlaku, pesawat Hawk 100/200 milik Indonesia diberi kode Hawk Mk. 109/209 yang tak lain merupakan kode ekspor untuk pesawat Hawk yang dijual kepada Angkatan Udara Indonesia. Hal ini tentu berbeda dengan Hawk yang dibeli oleh beberapa negara tetangga, ambil contoh Hawk milik Tentara Udara Diraja Malaysia (TUDM) diberi kode Hawk Mk. 108/208, sementara Hawk milik Royal Australian Air Force (RAAF) mendapat kode Hawk Mk. 127. Diluar Inggris, Australia, Malaysia dan Indonesia, pesawat ini juga dipakai secara luas di belahan dunia. Mulai dari Korea Selatan, Kenya, Kuwait, Arab Saudi, India, Swiss, Finlandia, hingga Negara Dunia Ketiga seperti Zimbabwe.

Bila ditilik lebih jauh, Hawk-100 merupakan versi latih yang bisa diubah menjadi versi tempur, sementara Hawk-200 merupakan versi tempur murni. Meski begitu kedua pesawat ini sama-sama dikhususkan untuk mengemban misi pertahanan udara dan bantuan tembakan udara langsung di medan tempur.


(foto: airwar.ru)

Secara keseluruhan, Hawk-200 memiliki sejumlah keunggulan dibanding varian Hawk lain. Sebut saja untuk sumber tenaga menggunakan mesin yang jauh lebih kuat, kemudian dilengkapi dengan perangkat lihat malam (Forward Looking Infrared/FLIR) yang membuatnya mampu beroperasi pada malam hari. Untuk meningkatkan performa pesawat dalam pertempuran udara, pada bagian bodi dilengkapi sayap tempur (combat wing) dengan sirip manuver tempur. Adapun untuk menambah jangkauan terbang, jet ini masih dilengkapi dengan tangki bahan bakar eksternal.


AIM-9 Sidewinder, jadi salah satu rudal andalan Hawk 100/200 (foto: wikipedia.nl)

Tak hanya itu. Beberapa perlengkapan juga ditambahkan, diantaranya penambahan sistem pertahanan diri chaff dan flare pada bagian belakang pesawat yang berguna untuk mengecoh serangan rudal penjejak panas. Pesawat ini juga masuk kategori pesawat multifungsi yang mampu menggotong beragam persenjataan. Mulai dari kanon Aden kaliber 30 mm, rudal AGM-65 Maverick, rudal AIM-9 Sidewinder, rudal anti kapal Sea Eagle, hingga berbagai macam bom konvensional.

Di Indonesia, khususnya ketika digelar dalam operasi militer di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), sejumlah Hawk-200 sempat dilibatkan sebagai air escort dalam operasi lintas udara. Namun sayang selama diterjunkan dalam operasi di NAD, (konon) Hawk tak memuntahkan secuil pun peluru lantaran keberatan dari negara pabrikan. Ini tentunya menjadi bukti bahwa Inggris tak beda jauh dengan saudaranya di Amerika (yang pada tahun 1999-2003 pernah mengembargo Indonesia), negara yang sering memasukkan masalah politik dalam jual beli maupun penggunaan alutsista buatan mereka. (Yudi Supriyono)

Referensi:
1.    Angkasa No. 9 Juni 2003,”Hawk 200 Menggebrak”.
2.    Angkasa No. 9 Juni 2006,”Hawk Mk.127: The Next Level FighterTrainer”
3.    Tribunnews.com, 16 Oktober 2012, “Jet Hawk 200, Si Lincah yang Banyak Lahirkan Fighter Unggul”, diakses 16 Oktober 2012

Selasa, 12 Februari 2013

Desain Kabin Pesawat Khusus Penumpang Berdiri

Pesawat Ryanair

Setiap penumpang akan mendapat satu sandaran yang dilengkapi sabuk pengaman.

VIVAnews - Maskapai penerbangan Ryanair tengah menunggu izin penempatan area berdiri dari otoritas keselamatan penerbangan Irlandia. Maskapai penerbangan murah itu berencana menjual "tiket berdiri" untuk penumpang rute jarak dekat. 

Jika proposal permohonan izin yang diajukan pada 1 Juli 2010 lalu disetujui, Ryanair segera membongkar sekitar 10 deret kursi di kabin bagian belakang untuk menjadi ruangan khusus bagi para penumpang berdiri.

Kepala eksekutif Ryanair, Michael O'Leary, mengatakan area berdiri dengan sandaran vertikal itu akan disediakan di 250 armada pesawatnya. Selama perjalanan, penumpang harus berdiri karena tidak akan mendapat tempat duduk seperti layanan penerbangan pada umumnya.

Meski demikian, bukan berarti penumpang harus bergelantungan seperti berdiri di dalam bus atau kereta. Setiap penumpang akan mendapat satu sandaran yang dilengkapi dengan fasilitas sabuk pengaman. Meski berdiri, penumpang tetap akan terikat sabuk pengaman.

Desain kursi berdiri

Seperti dikutip dari laman The Telegraph, Ryanair akan menjual 'tiket berdiri' itu senilai 5 poundsterling atau sekitar Rp67 ribu. Dan untuk mengurangi gerak penumpang, Ryanair akan mengenakan biaya 1 poundsterling atau sekitar Rp13 ribu kepada penumpang yang ingin menggunakan fasilitas toilet. (umi)

 

 

Senin, 11 Februari 2013

Pesawat Mogok, Penumpang Disuruh Dorong

Pesawat Mogok, Penumpang Disuruh Dorong 
Bersama dengan para penumpang, staf bandara meminggirkan pesawat CRJ7 dari landasan bandara Zhengzhou 
 
Siapapun yang pernah menggunakan jasa penerbangan murah mungkin sudah paham dengan kondisi serba memprihatinkan, mulai dari antrian tiket yang panjang hingga ke kursi yang sempit. Setidaknya para penumpang dari jasa penerbangan murah selama ini tak pernah diperintahkan untuk keluar dari pesawat dan diminta mendorong pesawat yang mogok.

Namun, kenyataan buruk tersebut ternyata harus dihadapi juga oleh sejumlah penumpang di China saat pesawat yang mereka tumpangi mogok setelah melakukan pendaratan. Pesawat CRJ7, yang mengangkut 69 penumpang dan 7 awak, mogok dan belum sempat menuju terminal di bandara Zhengzhou, ibukota provinsi Henan.

Semula, staf bandara diperintahkah untuk mendorong pesawat yang telah menempuh perjalanan sejauh 500 mil dari Guilin, selatan China. Namun, pesawat tersebut tetap bergeming.   
Setelah dibantu oleh para penumpang pesawat, para staf bandara memerlukan waktu hampir 2 jam untuk mendorong pesawat tersebut sekitar 914 meter menuju lajur terminal bandara. "Syukurlah, pesawat itu hanya pesawat ukuran sedang dengan berat 20 ton," kata salah seorang pekerja bandara. "Apabila pesawat itu berukuran lebih besar, kami tak akan sanggup mendorongnya," tambahnya.

Hingga saat ini, pesawat tersebut masih terparkir di sekitar terminal bandara. Beberapa teknisi sedang diterbangkan menuju ke bandara tersebut untuk memperbaiki mesin pesawat ini. 

Sumber : daily mail

Minggu, 10 Februari 2013

Ini Desain Pesawat di 2025 Ala NASA

Pesawat masa depan NASA tahun 2025

Apapun desainnya, harus memenuhi kriteria yang dipatok NASA. Seperti apa karya ketiga tim?


VIVAnews -- Pada akhir 2010 lalu, Badan Antariksa AS, NASA, memberikan kontrak pada tiga tim yakni Lockheed Martin, Northrop Grumman, dan Perusahaan Boeing  untuk meneliti konsep desain canggih pesawat terbang masa depan yang bisa digunakan pada tahun 2025.

Seperti dimuat situs NASA, masing-masing desain pesawat yang dihasilkan tiga tim nampak beda, Namun, apapun desainnya, harus memenuhi kriteria yang dipatok NASA, yakni: tidak berisik, tidak mengeluarkan asap buangan, dan hemat bahan bakar.

Itu artinya, setiap pesawat harus menyeimbangkan semua teknologi canggih dan keramahan lingkungan. NASA juga mengharuskan pesawat masa depan bisa dioperasikan dengan aman dalam manajemen lalu lintas udara yang lebih modern di masa depan.

Syarat yang lain: masing-masing pesawat harus bisa terbang sekurang-kurangnya 85 persen dari kecepatan suara, bisa melintasi jarak setidaknya 7.000 mil, dan bisa mengangkut 50.000 sampai 100.000 pon muatan, penumpang ditambah kargo.

Selama sisa waktu yang telah ditetapkan, tim akan meneliti, menguji, dan melakukan simulasi. Juga membuang dan mempertahankan inovasi agar mereka bisa ke luar sebagai pemenang dalam sayembara NASA ini.

Seperti apa desain ketiga tim ini?

Tim Perusahaan Boeing
Pesawat masa depan NASA tahun 2025

Tim Northrop Grumman
Pesawat masa depan NASA tahun 2025

Tim Lockheed Martin
Pesawat masa depan NASA tahun 2025

Sabtu, 09 Februari 2013

'Menembus Awan' Adalah Pesawat Masa Depan


LISABON, (PRLM).- Penumpangnya dapat berjalan-jalan di sepanjang atap sementara pesawatnya mengambang tenang di langit, inilah pesawat masa depan yang tampaknya terlalu bagus untuk menjadi kenyataan.
Namun perancang dari Portugis yang merancang pesawat awan pertama di dunia ini yakin gagasan revolusionernya ini bisa segera diproduksi.

Menembus Awan merupakan gagasan awal moda transportasi yang dirancang untuk wisatawan yang kurang peduli tentang tujuan dari perjalanannya.

Pesawat awan ini didorong dan dikendalikan angin berkeliling ke manapun, memungkinkan penumpangnya memiliki wawasan yang unik dalam kehidupan di atas puncak awan.

Airbus revolusioner ini akan dibangun dari serangkaian bola balon dengan struktur baja stainless yang ditutupi dengan kain nilon.

Tujuan dari proyek ini adalah untuk meminimalkan jejak karbon, menentang semua sarana transportasi umum yang cepat sampai di tujuan, dengan cara yang inovatif, estetis, dan dinamis, kata perancang Tiago Barros seperti dilansir laman Mail Online, Senin (21/11). Ini akan menjadi perjalanan yang unik. Perasaan mengambang di atmosfer, di atas awan, dengan jadwal terbuka dan tujuan akhir yang tidak diketahui, tambahnya.

Barros (33) berharap pesawat awan ini segera diproduksi.................


Sumber: Pikiran Rakyat
Berita Lengkap: http://www.pikiran-rakyat.com/node/166455

Jumat, 08 Februari 2013

5 Pesawat Pribadi Mewah Para Bos Teknologi..

Dunia teknologi melahirkan para tokoh populer dengan kekayaan berlimpah ruah. Mereka sukses menjajakan produk dan layanannya sehingga mampu menikmati harta untuk memanjakan diri. Seperti dengan membeli pesawat pribadi. Pesawat pribadi mungkin memang jadi fasilitas yang mereka perlukan. Sebab mereka kerap bepergian ke banyak tempat untuk urusan bisnis ataupun berwisata. Berikut beberapa pesawat pribadi mewah yang dimiliki para bos perusahaan teknologi dunia:



1. Sergey Brin dan Larry Page


Google telah menjadi perusahaan raksasa berkat tangan dingin duet pendirinya, Larry Page dan Sergey Brin. Kini, mereka tinggal menikmati kekayaannya antara lain dengan membeli sebuah pesawat mewah Boeing 767-200. Julukan pesawat ini adalah Google Jet atau Google One.

Pesawat ini punya akses mendarat di bandara eksklusif bernama Moffet Field. Ia mampu mengakomodasi sampai 50 penumpang dengan 15 kursi first class. Memang bukan pesawat baru, namun dibeli bekas dari maskapai Qantas senilai USD 15 juta. Namun untuk membuatnya lebih mewah, biaya yang dihabiskan total mencapai USD 25 juta.






2. Bill Gates


Pria yang beberapa kali menjadi manusia terkaya di dunia ini tentu punya selera tinggi. Untuk keperluan transportasi jarak jauh yang sering dilakukannya, dia memilih membeli salah satu pesawat termewah di dunia, yaitu Bombardier BD-700 Global Express yang dibanderol USD 40 juta.

Selain berfasilitas mewah, pesawat Global Express juga dibekali teknologi canggih. Ia dapat melakukan penerbangan non stop sampai 9.300 km dan dilengkapi perangkat navigasi mutakhir.






3. Larry Ellison


Larry Ellison adalah bos Oracle, salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia. Maka, tak heran jika seleranya sangat tinggi. Dia membeli Gulftstream V, pesawat mahal senilai USD 59 juta.

Pesawat private berkategori lengkap ini dapat mencapai jarak terbang sampai 11 ribu kilometer. Di samping menawarkan kenyamanan maksimal pada 16 penumpangnya, juga dibekali perangkat teknologi terkini untuk menunjang keamanannya.







4. Paul Allen


Bersama Bill Gates, Paul Allen turut berjasa besar dalam berdirinya Microsoft. Meski tidak sekaya Gates, pundi-pundi uangnya tetap berlimpah ruah. Maka dengan mudah, dia membeli pesawat pribadi Boeing 757-200.

Untuk memaksimalkan kenyamanan, pesawat tersebut dimodifikasi ulang sehingga hanya dapat menampung 43 penumpang. Bermesin Rolls Royce, Boeing 757-200 punya interior mewah dan fasilitas hiburan lengkap. Terdapat sistem televisi pribadi dengan film lengkap.





5. Mark Cuban


Mark Cuban mengawali karirnya sebagai pengusaha di bidang teknologi dengan mendirikan situs bernama broadcast.com sebelum akhirnya sukses besar dalam bidang bisnis yang lain, dengan kekayaan sekitar USD 2,3 miliar. Dia memanjakan diri dengan membeli Boeing 767-277.

Pesawat tersebut sejatinya dirancang untuk penerbangan komersial, namun kemudian dimodifikasi menjadi pesawat pribadi. Boeing 767-200 termasuk pesawat paling mewah dengan performa tinggi. Harganya saja mencapai sekitar USD 144 juta.



 
 
Source :  http://avdnowhere.blogspot.com